Tampilkan postingan dengan label Tribute To Manusela. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tribute To Manusela. Tampilkan semua postingan

Senin

Laporan Pengiriman Buku Tribute to Manusela

Alhamdulillah, acara Tribute to Manusela telah berlangsung secara lancar. Kami berhasil mengumpulkan buku buku paket dan bacaan untuk usia sekolah dasar, juga uang senilai Rp. 1.321.500 rupiah.

Adapun daftar buku buku yang kami terima sebagai berikut :

Buku Agama Katholik 7 buah

Buku IPS dan Sejarah 11 buah

Buku Agama Islam 11 buah

PPKN 9 buah

Buku Bahasa Inggris 22 buah

Buku Matematika 32 buah

Buku Bahasa Indonesia 23 buah

LKS 51 buah

Buku IPA 18 buah

Bahasa Jawa 11 buah

Penjas 4 buah

TIK 8 buah

Buku Seni Budaya 2 plus 1 buku lagu nasional

Atlas 2 buah

Kamus Bahasa Inggris 1 buah

UUD 1 buah

Buku Saku Pramuka 1 buah

Intisari Sarikata Bahasa Indonesia 1 buah

RPUL 5 buah

Majalah anak 18 buah

Komik + buku bacaan anak 25 buah

Buku tematik 30

LAIN LAIN

Buku Tulis Baru : 30

Pensil : 12

Pulpen : 12

Penghapus Biasa : 10

Penghapus Besar : 1

Orotan : 10

Penggaris : 2

Baju Atasan : 10

Baju Bawahan : 2

Sandal 2 pasang

Tas 3

Sepatu 5 pasang

Berikut adalah laporan pemberdayaan uangnya :

Untuk biaya pengiriman menuju Jakarta (Jalan Tebet Dalam 4 No 31 A Kel Tebet Barat, Jakarta Selatan). Berat total buku buku adalah 73,380 kilo, dengan biaya keseluruhan 501.200 rupiah. Kami memilih jasa POS dan GIRO karena menurut kami itu yang paling menjangkau, baik tempat maupun harga.

Sisa uang adalah 1.321.500 rupiah dikurangi 501.200 rupiah, sama dengan 820.300 rupiah. Sesuai dengan saran Mbak Anazkia, uang sejumlah 820.300 rupiah ini akan kami transfer secepatnya ke BCA KCU Green Garden - 253 1201 606 - An. Helmi Budi Prasetyo.

Sabtu

Tribute To Manusela

Sebelum menuliskan tentang konsep acara Tribute To Manusela, perkenalkan kami untuk sedikit menggambarkan tentang sebuah komunitas bernama Blogger Hibah Sejuta Buku. Disarikan dari tulisan Mbak Anazkia.

Blogger Hibah Sejuta Buku

Blogger Hibah Sejuta Buku, awalnya dipelopori oleh salah seorang anggota blogger bertuah, Prima Wahyudi atau nama kerennya adalah, Nan Limo Datuk Bertuah. Dari situ, gerakan amal menyumbangkan buku pun mulai bergulir. Berangkat dari falsafah "Pemberian yang paling berharga adalah memberikan benda yang paling disayangi atau dicintai" maka buku buku menjadi pilihan untuk disumbangkan.